Warga Sidimpuan Blokir 5 Jalan

Warga Kompleks Perumahan DPR di Kelurahan WEK VI, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Selatan, Kota Psp melakukan pemblokiran jalan secara spontan Minggu (21/10) pagi kemarin. Aksi itu sebagai aksi protes terhadap Pemko Psp yang tidak memperbaiki jalan tersebut, sementara kondisinya rusak parah.
Pemblokiran jalan dilakukan warga di lima titik yaitu dua titik di Jalan Tengku Mara Alam, satu titik di Jalan Pardomuan, satu titik di Blok C dan 1 titik di blok D.
Dikatakan Kepling V Kelurahan WEK VI, Aladin Sitompul bersama warga yaitu Syamsul Bahri, Mara Bintang, Sarjan Lubis dan lainnya sejak beberapa bulan ini, jalur yang mereka blokir merupakan salah satu jalur alternatif yang dilewati kendaraan yang hendak keluar masuk dari Sidangkal ke Psp dan sebaliknya. Kendaraan banyak melewati jalur tersebut karena jembatan di Kampung Darek, di Kecamatan Psp Selatan sedang dalam pembangunan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermuatan yang berat, hanya bisa dilewati kendaraan yang lebih ringan seperti sepeda motor dan becak serta sesekali angkot. Karena jembatan masih dalam pembangunan, banyak kendaraan yang bermuatan berat seperti truck pengangkut CPO, mobil pengangkut sawit, bahan material bangunan dan sebagainya melewati jalan di daerah mereka. Akibatnya, setiap waktunya jalan mereka semakin rusak. Seperti di eks Jalan Pembangunan, gorong-gorong jalan sudah ada yang anjlok hingga berlubang, bahkan di titik lain jalan sudah bak kubangan kerbau.
Ditegaskan mereka, untuk Minggu (21/10) sore hingg malam, mereka masih memberikan keringanan bagi sejumlah kendaraan bermuatan berat agar bisa melintas di daerah mereka. Itupun hanya bisa melewati jalan Mara Alam atau eks Jalan Pembangunan, sementara jalur lainnya tidak.
“Kalau sampai besok (hari ini Senin 22/10,red) Kadis PU tidak datang dan memberikan kepastian perbaikan jalan ditempat kami ini, maka kami akan melakukan pemblokiran jalan secara total,” tegas mereka.
Terpisah, pantauan METRO di jembatan Kampung Darek, terlihat kendaraan berlalu-lalang dengan kondisi jembatan yang dikerjakan bulan lalu. (smg)
pekerjaannya dimulai pada awal bulan puasa kemarin sudah mencapai 90 Persen. Salah satu pekerja yang tidak mau disebut namanya mengaku bahwa setengah sisi dari jembatan sudah dapat dilalui kenderaan yang lebih ringan. Sebab, kondisi jembatan yang belum kering sepenuhnya dan baru selesai dikhawatirkan akan ambruk.