Polresta Sidimpuan Targetkan 50 Tilang per Hari

SIDIMPUAN – Polres Kota Psp menurunkan puluhan personel dalam Operasi Zebra Toba 2014. Operasi ini digelar selama 14 hari, sejak 26 November hingga 9 Desember. Polres menargetkan minimal 50 tindak pelanggaran (tilang) per hari.
Polresta Sidimpuan Targetkan 50 Tilang per HariKapolres Kota Psp AKBP Muhammad Helmi Lubis SIK mengatakan, pihaknya sudah melakukan operasi dengan sandi Zebra Toba 2014, serempak di wilayah hukum Polres Kota Psp. Untuk operasi ini, pihaknya juga menyiapkan petugas lantas yang dibantu personel Sabhara dan Polsek jajaran, serta instansi terkait lainnya.

“Operasi ini sudah mulai dilaksanakan dan akan berlangsung selama 14 hari ke depan, terhitung mulai Rabu (26/11) kemarin. Dan pola yang diterapkan adalah 10 persen tindakan preemtif, 10 persen preventif, dan 80 persen penegakan hukum, yaitu penindakan langsung kepada para pelanggar,” tukasnya, Sabtu (29/11).

Kapolres juga menambahkan, tujuan dari Operasi Zebra 2014 ini adalah untuk meminimalisir angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, disamping itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalulintas guna mewujudkan situasi yang aman dan kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015.

“Dan untuk sasaran prioritasnya adalah berbagai pelanggaran yang berpotensi memicu dan menyebabkan terjadinya kecelakaan. Dengan tujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang cenderung meningkat setiap tahunnya, yang salah satunya disebabkan oleh ketidakpatuhan masyarakat pengguna jalan. Dan juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” urai Kapolres Psp.

“Kepada seluruh pengguna jalan agar melengkapi semua surat-surat kendaraan seperti surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan kelengkapan saat berkendaraan seperti helm, lampu dan lainnya,” papar Helmi lagi.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kota Psp AKP H Harefa melalui Kanit Turjawali Ipda Ucox Rambe menerangkan, untuk Operasi Zebra Toba 2014 yang sedang berlangsung ini, pihaknya tidak mempunyai target khusus untuk melakukan tilang. Namun, untuk per harinya, mereka harus menilang minimal 50 pelanggar lalu lintas.

“Kami tidak ada target khusus tentang jumlah pelanggaran, namun seluruh pelanggaran akan kami tindak berdasarkan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Terangnya lagi, berdasarkan hasil evaluasi, pelanggaran yang biasa ditemukan di lapangan diantaranya terkait kenderaan yang mendahului kenderaan lain di tikungan, pandangan tidak bebas, ugal-ugalan, jalan yang sempit dan tidak sesuai dengan volume kenderaan, serta dimensi muatan kendaraan.

“Minimal 50 tilang untuk per hari, namun untuk hari kedua kami melakukan 90 tilang, dan sampai 9 Desember nanti, kegiatan ini akan terus kami lakukan,” pungkas pria lulusan Akpol tersebut.