Polisi Tetapkan 12 Tersangka

Padangsidimpuan, (Analisa). Aparat kepolisian mengamankan 37 warga buntut aksi massa Selasa kemarin di Kecamatan Batangtoru. Setelah dilakukan penyelidikan ditetapkan 12 orang sebagai tersangka, salah satunya orang yang menggerakkan dan menyiapkan kenderaan serta menginstruksikan massa untuk menyerang aparat dan melakukan tindakan anarkis.
“Sisanya, akan kita pulangkan, tetapi sebelum pulang, kita panggil orangtua dan kepala desanya, ” ungkap Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Sastro, kepada wartawan di Bufet Subur, Jalan Sudirman Kota Padangsidimpuan, Rabu (31/10).

Sementara dipihak keamanan, lanjut Kapoldasu, korban berjumlah tiga orang dengan rincian dua orang dari satuan Brimob dengan luka bocor di kepala, satu orang personil Polsek Batangtoru yang kini tengah dirawat intensif di RSUD P. Sidimpuan akibat dianiaya massa.

Disinggung informasi warga yang menyebut agresifitas aparat yang berlebihan saat melakukan pengamanan, Kapoldasu berharap agar jangan hanya mencari kesalahan.

“Jika memang ada aparat yang melakukan tindakan berlebihan seperti menendang perempuan, kapan dan mana buktinya. Saya pikir polisi sudah reformasi, kami juga diajari HAM, tidak ada rakyat disakiti dengan kejam, kalau ada saya akan tindak, ” harapnya.

Terkait indikasi adanya aktor intelektual di balik aksi penolakan penanaman pipa PT AR Kapoldasu enggan menjawab.

Ditambahkan, hingga saat ini pihak PT AR Martabe belum melakukan pembuangan limbah, namun baru sebatas penanaman pipa dan jika sudah saatnya dibuang maka akan dicek lagi apakah air yang akan dibuang sesuai dengan keterangan Bappedal, bahwa baku mutu limbah tidak berbahaya.

“Makanya masyarakat jangan mudah terpancing ajakan provokator yang tidak bertanggungjawab, jika perusahaan melakukan pelanggaran laporkan secara khusus, jangan malah berbuat anarkis karena akan membuat investor takut, ” katanya.

Dalam kesempatan itu Kapoldasu juga mengingatkan agar masyarakat Kecamatan Batangtoru dan sekitarnya mampu berpikir cerdas, menyikapi aksi penolakan penanaman pipa limbah PT AR Martabe. Jangan mudah terpancing provokasi yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Kapoldasu juga mengimbau agar LSM dan wartawan dapat menjaga kondusifitas kecamatan Batangtoru sekitarnya dengan menyajikan informasi akurat dan seimbang.

Dijelaskan, akibat tindakan anarkis massa itu, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dengan mengamankan warga yang diduga terlibat aksi tersebut.

“Sebenarnya saya tidak menginginkan tindakan seperti itu, tapi gimana lagi massa telah melakukan pembakaran dan perusakan makanya ditindak tegas, ” terangnya. 

http://www.analisadaily.com