Pengrajin Peralatan Dapur Padangsidimpuan Tembus Pasar Nasional

Pengrajin Peralatan Dapur Padangsidimpuan
SIDIMPUAN – Pengrajin aluminium yang memproduksi peralatan dapur seperti dandang, tempat rebusan ikan dan talang air di Kampung Darek, Kecamatan Psp Selatan, telah menembus pasar hingga luar Kota Psp seperti Labuhan Batu dan Madina.

Usaha kerajianan tempahan peralatan dapur tersebut berdiri sejak 1975 silam. Hingga saat ini, usaha kerajinan tangan yang memproduksi peralatan dapur tersebut sudah memilik tiga cabang di Kota Psp. Dan melahirkan usahawan kerajinan tempahan aluminium di bebarapa daerah di luar Kota Psp.

Pemilik usaha H Sahrul Piliang (65) mengatakan, sebelum membuka usaha tempahan, awalnya dia hanya seorang pemati peralatan dapur yang rusak.

“Sebelum membuka usaha ini, saya sudah memati dandang dan peralatan dapur yang terbuat dari aluminium. Bahkan saya dulu membuat celengan dari bekas kaleng susu, dengan berjalan kaki menyusuri kampung-kampung di Kota Psp ini untuk mencari pelanggan. Setelah saya menikah, terpikir membuat usaha sendiri, dengan membuat dandang dan peralatan lainnya,” ujarnya.

Lanjutnya, usaha kerajinan penempahan aluminium miliknya sudah menembus pemasaran hingga ke Labuhan Batu, Madina, Sibolga dan beberapa daerah lain. Dan sudah mempunyai cabang usaha yang sama.

“Dalam sehari, dandang bisa diproduksi hingga delapan buah, dan sering dapat orderan dari luar kota seperti Kotanopan, Natal, Palas, Kotapinang, Langga Sari dan Pinangsori.

Dan harus menambah anggota dadakan dari kampung ini. Saat ini cabang usaha sudah tiga, di Jalan Melati, Jalan Sudirman dan Jalan Merdeka, Kota Psp. Dari sini juga, sudah ada yang buka usaha yang sama seperti di Panyabungan,” terangnya.

Salah seorang pengrajin Wahyudi (37) menuturkan, peralatan dapur barang produksinya dibanderol dengan harga yang tidak mahal.

“Untuk ukuran 20 liter hanya Rp150 ribu, ukuran 40 liter hanya Rp300 ribu dan harga tempat rebusan ikan yang berukuran 50 liter seharga Rp450 ribu. Ada juga tungku yang terbuat dari truk colt diesel dan fuso,” sambutnya sembari pengerjakan tampahanannya.

Salah seorang pelanggan, Safri (43) mengatakan, tidak jarang ia membeli peralatan dapur produksi H Sahrul Piliang sebagai peralatan yang digunakan pada setiap pesta di desanya.

“Ingin pesan peralatan dapur inventaris desa kalau ada pesta, kalau di toko susah mendapatkan dandang yang berukuran 30 liter beras. Oleh karena itu, harus memesannya dulu baru kemudian ditukangi di sini,” jelas pelanggan yang datang dari Batang Toru itu.