Pemilukada Padangsidimpuan Mulai ‘Main Kasar’, Guru PNS Diarahkan Pilih Menantu Zulkarnaen Nasution

Meski Sekretaris Dinas Pendidikan Padangsidimpuan Drs Masuddin Lubis kepada Harian Orbit Kamis lalu mengatakan tidak ada pengarahan atau intervensi kepada jajaran guru PNS di lingkungannya untuk mendukung salah satu pasangan calon Walikota, namun kabar itu sudah cukup santer.
Elemen masyarakat menilai penjelasan Drs Masuddin Lubis itu hanya alibi atau ilmu tolak bala terhadap ‘permainan kasar’ bertentangan dengan prinsip demokrasi dalam proses Pemilukada Walikota Padangsidimpuan di ambang pintu.
Sumber Harian Orbit di Kota pimpinan Drs H Zulkarnaen Nasution MM itu mengungkapkan, kota salak itu ibarat setumpuk perkampungan yang kultur maupun tradisinya belum banyak mengalami perubahan.
“Bicara, buah bibir tak sebegitu gampang diredam. Artinya hal sekecil apa pun menyangkut kebijakan begitu cepat menyebar,” katanya.
Terkait pengerahan guru PNS untuk memilih salah satu pasangan ‘calon raja’ Padangsidimpuan itu acap kali terdengar. Kabar yang rentan merusak proses demokrasi itu mencuat cepat karena para guru tidak menginginkan hak demokrasinya dikebiri.
Ibarat buah simalakama, kata sumber mengaku marga Siregar warga Sihitang Padangsidimpuan itu, menyebutkan posisi guru PNS di kota itu serba salah. Kalau sempat pasangan Andar Amin Harahap anak Bahrum Harahap Bupati Paluta yang juga menantu Zulkarnaen Nasution Walikota Padangsidimpuan itu nantinya tak jadi walikota nasib mereka bisa terancam dengan walikota terpilih.
Karena itu dia menyarankan, agar para guru PNS tak perlu takut. “Dalam menentukan pilihan silahkan memakai nurani saja,” katanya seraya menyebutkan calon yang incumbent bahkan isteri kepala daerah sedang berkuasa pun menjadi calon sudah banyak yang gagal, apalagi hanya menantu kepala daerah.
Diberitakan sebelumnya, Pemilukada Kota Padangsidimpuan yang semakin dekat membuat sejumlah pasangan calon melakukan berbagai upaya bisa menang.
Bahkan Tersiar ke permukaan, anak main pasangan Andar Amin Harahap-Isnandar Nasution mulai bergrilya ‘menekan’ para guru PNS agar memilih menantu Zulkarnaen Nasution itu.
Dengan kewenangan yang ada pada diri walikota tersebut, diduga secara tidak langsung seluruh PNS termasuk kalangan tenaga pendidik, telah diarahkan untuk memilih salah satu kandidat, seperti terjadi pada pilkada 2007 lalu.