Mark Zuckerberg Bertemu Jokowi

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menekan pemimpin masuk Indonesia Senin untuk meningkatkan akses Internet di kepulauan luas mengatakan bahwa jaringan media sosial dan situs lain dapat membantu meningkatkan perekonomian.
Zuckerberg bertemu presiden terpilih Joko Widodo di kantornya di ibukota Jakarta, kedua masih mengenakan pakaian mereka membuat tur melalui gang-gang sempit dari pasar tekstil ramai, dikerumuni oleh kerumunan antusias.

Kunjungan dadakan tersebut adalah merek dagang dari Widodo, dikenal dengan julukan Jokowi, yang pria gambar orang membantunya memenangkan kekuasaan pada pemilihan umum bulan Juli. Dia akan diresmikan minggu depan.

Pendiri facebook mengatakan percakapan mereka “berfokus pada seberapa besar kesempatan hanya untuk mendapatkan semua orang di Internet, dan untuk layanan dasar yang dapat mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang, seperti pesan dan hal-hal seperti Facebook”.

“Jika kita melakukan itu maka saya pikir kita bisa membantu menumbuhkan perekonomian di jalan besar, yang merupakan salah satu prioritas utama yang (Widodo) memiliki,” tambahnya.

Para ahli percaya bahwa akses web baik dapat sangat membantu bisnis berjuang untuk beroperasi di Indonesia, yang tersebar di sekitar 17.000 pulau dan tiga zona waktu.

Pada 2013 hanya 28 persen penduduk Indonesia memiliki akses internet, menurut asosiasi negara penyedia Internet. Akan tetapi sejumlah besar mereka yang memiliki akses ke web yang di Facebook, yang sangat populer di Indonesia.

Zuckerberg mengunjungi Indonesia untuk mempromosikan aplikasi internet.org, yang memungkinkan orang di daerah tertinggal untuk mengakses layanan online dasar.

Facebook meluncurkan aplikasi awal tahun ini bekerja sama dengan beberapa mitra dan uji coba yang berlangsung di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia.

Zuckerberg juga berbicara antusias tentang budaya Indonesia, mengatakan dia berharap akses web yang lebih baik akan membantu meningkatkan minat pada pelajaran.

Dia digambarkan pada akhir pekan di kuil Hindu terkenal Borobudur di pulau utama Jawa.

“Ada semua ini bagian yang berbeda dari budaya dan inovasi bahwa dunia dapat memiliki dari Indonesia bahwa kita saat ini sedang dirampok off karena banyak orang tidak memiliki cara untuk berbagi dan berkomunikasi yang ke seluruh dunia,” katanya.