KPU Tak Tandatangani Hasil Pilkada P Sidimpuan

P Sidimpuan-Orbit: Sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota P Sidimpuan dengan agenda menetapkan pemenang Pemilukada Senin (29/10) di Gedung Nasional Kota P.Sidimpuan tidak ditandatangani para anggota KPU.
Dari 6 pasang calon yang dipilih warga Kota P Sidimpuan, KPU menetapkan pasangan No.3 Andar Amin – Isnandar Nst sebagai pemenang.  Hadir pada kesempatan tersebut sekitar 30 orang diantaranya Ketua DPRD Kota P Sidimpuan, Kapolres dan sejumlah awak media.
Keputusan KPU No :31/kpts/KPU-Kota/002.434920/2012 dalam pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota P.Sidimpuan tahun 2012. Dalam poin kedua keputusan tersebut dinyatakan pasangan Andar-Isnan memperoleh 48,19% suara yang untuk selanjutnya ditetapkan sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota terpilih periode 2013-2018.
Ketua KPU Arbanur Rasyid MA yang memimpin rapat pleno tersebut di dampingi empat orang anggota KPU lainnya yakni Mudzakkir Khotib Siregar,MA  Mohot Lubis, Hafnar Yani SH MH dan Ahmad Efendi Nasution S.Sos dengan resmi menyatakan, keputusan tersebut berlaku sejak di tetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan di perbaiki sebagai mana mestinya.

Tidak di tandatangani

Tetapi anehnya, keputusan tersebut hingga selesai rapat pleno tidak ditandatangani anggota KPU Hafnar Yani SH MH, bahkan hingga salinannya sampai ke secretariat pemenangan kandidat No.2 Rusyidi Nst – Riswan Dly pukul 16.00 wib, keputusan tersebut belum di tandatanganni seluruh anggota KPU dengan alasan yang tidak jelas.
Saat wartawan Orbit meminta kepada KPU melalui Sekretaris KPU Kota P Sidimpuan HT. Simbolon untuk melaksanakan konprensi pers, empat orang anggota KPU meninggalkan Gedung Nasional dan hanya menyisakan  Ketua KPU Arbanur Rasyid,MA di tempat tersebut.
Ketika di konfirmasi kepada Ketua KPU tentang  perbedaan pernyataan anggota KPU bidang logistic dengan fakta yang terjadi, Arbanur Rasyid justru menyuruh Orbit mempertanyakan kembali kepada anggotanya.
Pada 18 Oktober itu Ketua KPU turut langsung mendistribusikan kertas suara ke TPS di Desa Batang Bahal, padahal sekitar dua jam kemudian perhitungan suara di tingkat TPS dilakukan.
Dari keterangan ketua KPU yang berbelit belit dan tidak tegas itu, indikasi kecurangan yang melibatkan anggota KPU semakin nyata. Od-Nas