TRIBUNNEWS.COM – Para lanjut usia (lansia) bisa menjalankan puasa. Namun syaratnya, sehat, kondisi fisik stabil, dan terkontrol penyakitnya.
Ahli penyakit dalam, dr. Purwita W. Laksmi, SpPD lansia mengatakan lansia atau pasien geriatri yang sedang mengalami penyakit akut dan belum atau tidak terkontrol penyakitnya tidak dianjurkan puasa.
“Yang perlu diwaspadai lansia adalah terjadinya kekurangan cairan, gizi, dan hipoglikemia. Jadi harus pantau kesehatan terus dan jangan memaksa puasa kalau kondisi tidak memungkinkan,” kata dokter FKUI-RSCM ini.
Lantas, bagaimana seharusnya puasa untuk para lansia agar mereka tetap sehat menjalankan ibadah wajib ini?
  • Konsumsi cairan air putih yang cukup, sekitar 8 – 10 gelas setiap hari, dengan rincian sebagai berikut: satu gelas saat bangun sahur, satu – dua gelas setelah sahur, satu gelas saat berbuka, satu – dua gelas ketika maka makan malam, satu – dua gelas setelah tarawih, dan satu – dua gelas menjelang tidur. 
  • Sebaiknya mengonsumsi jus buah, karena buah mengandung serat yang baik bagi kesehatan. 
  • Tidak dianjurkan mengonsumsi teh dan kopi. Karena duanya merangsang berkemih (buang air kecil) banyak. 
  • Kebutuhan kalori yang mengandung zat gizi seimbang harus terpenuhi ketika puasa. 
  • Tidak dianjurkan makanan berlemak dan digoreng, selain tidak sehat, juga bikin cepat kenyang, makanan lain tidak dimakan 
  • Ikuti aturan pola makan: 40 persen kalori saat sahur (mengonsumsi jenis makanan yang lebih lama dicerna dan tinggi serat), 50 persen kalori saat berbuka puasa, dan 10 persen kalori setelah tarawih. 
  • Melakukan aktivitas fisik secara wajar dan cukup istirahat. 
  • Jika lansia harus mengonsumsi obat, obat tersebut tetap diminum disesuaikan saat sahur dan berbuka puasa. 
  • Tetap memonitor kesehatan sebelum, selama, dan sesudah berpuasa. Termasuk pengecekan kadar gula darah dan tekanan darah.