NASI dan roti merupakan sumber karbohidrat. Tapi jika disuruh memilih, pilih mana ya, yang lebih menyehatkan?

Berbeda dengan orang Barat yang lebih terbiasa mengunyah roti, orang-orang Asia termasuk Indonesia lebih gemar mengonsumsi beras.

Banyak orang yang memberikan argumen bahwa beras membuat Anda gemuk, sementara beberapa orang mengatakan bahwa roti sulit dicerna. Jadi apa yang benar dan apa yang tidak?

Yuk, cari tahu apakah beras membuat Anda gemuk atau roti sulit untuk dicerna. Berikut paparannya sebagaimana dilansir Boldsky:

Karbohidrat

Beras merupakan diet rendah karbohidrat, sedangkan roti kaya akan karbohidrat kompleks. Proses enzim dari ini memecah karbohidrat kompleks menyebabkan konsumsi kalori lebih banyak.

Jadi jika Anda mengkonsumsi beras, ada sejumlah kecil energi yang diperlukan untuk memecah partikel karbohidrat daripada roti. Untuk orang dengan sistem pencernaan yang lemah, menjadi sulit untuk mencerna roti dengan mudah. Lebih baik mengkonsumsi beras daripada roti jika Anda sedang mengalami gangguan pencernaan.

Kelesuan

Apakah Anda sering mendengar kata-kata “mengantuk setelah makan nasi?” Hal ini karena disebabkan asupan beras menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat.

Itulah alasan di balik orang merasa lesu atau bahkan mengantuk setelah makan nasi. Namun di sisi lain jika Anda memiliki roti dalam diet Anda maka Anda tidak akan merasa malas setelah memakannya.

Serat

Mana yang memiliki serat lebih, nasi atau roti? Jawabannya sangat mudah. Roti kaya akan karbohidrat kompleks mereka juga merupakan sumber yang kaya serat. Serat sangat penting untuk mempertahankan kenyamanan gerak pada usus. Di sisi lain, beras tidak memberikan kita  begitu banyak serat makanan bila dibandingkan dengan roti.

Roti dan nasi, keduanya sama-sama memiliki manfaat masing-masing. Yang tidak menyehatkan adalah jika dikonsumsi secara berlebihan.