Jika tak dilakukan dengan tepat, lari malah akan mengakibatkan cedera.

Setelah lari maraton lebih dari 150 kali, pelatih Jeff Horowitz mengalami sakit ketika latihan lari 70-100 mil. Untuk menghindari cedera, ia memberi beberapa tips dalam bukunya yang berjudul Smart Marathon Training yang intinya menyatakan bahwa kualitas lebih baik daripada kuantitas.


1. Lakukan hal yang memang penting.

Tambahkan workout yang memang benar-benar memiliki tujuan. “Jika memang Anda harus menambahkan porsi latihan lari, lakukanlah jika memang Anda memiliki tujuan dengan berlari ekstra tersebut. Jika tidak memiliki tujuan, lebih baik tidak perlu dilakukan,” ujar Horowitz.

2. Perhatikan tanda-tanda kelelahan.
Selalu cek detak jantung Anda ketika beristirahat pada pagi hari selama tiga hari berturut-turut. Jika ada satu kali detak jantung Anda meningkat 10%, itu tandanya badan Anda butuh istirahat. Selain itu, gejala lain bahwa tubuh Anda kelelahan adalah jika Anda membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk tertidur.

3. Berlari di bukit.
“Berlari di bukit membentuk tenaga dan kekuatan yang eksplosif. Selain itu, lari menanjak juga lebih bagus untuk lutut, sendi, dan pinggul Anda,” tulis Horowitz.

4. Lari jarak jauh untuk memperbaiki teknik.
“Selalu pantau bentuk latihan Anda, dengan begitu Anda dapat melakukan hal yang sama ketika berlomba,” tulis Horowitz. Hitung irama Anda dan targetkan 180 langkah per menit. Jika Anda membungkuk ketika berlari, latih lagi otot-otot perut Anda.
   
5. Bentuklah badan layaknya seorang pelari.

“Badan Anda adalah dasar yang sangat kokoh dengan anggota badan yang membantu untuk melakukan suatu pekerjaan,” tulis Horowitz. “Tangan dan kaki hanya akan bekerja secara efektif apabila memiliki dasar yang kokoh, yakni badan Anda.”

Inti badan Anda ada di bagian perut. Horowitz menyarankan untuk melakukan latihan tambahan di bagian perut setidaknya dua kali dalam seminggu.