Esemka Rajawali Laku Ratusan Unit

Esemka Rajawali

Esemka Rajawali merupakan salah satu model andalan yang dirakit PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Mobil bermerek nasional ini tenar ketika Joko Widodo menggunakannya sebagai kendaraan dinas ketika masih menjabat sebagai Walikota Solo, Jawa Tengah.

Lantas, bagaimana nasib Esemka Rajawali sekarang ?

Rajawali ternyata sudah berhasil dijual Esemka ke ratusan konsumen di seluruh Indonesia. Dirancang sebagai sport utility vehicle (SUV) berkapasitas lima penumpang, mobil ini sudah tersebar di beberapa kota besar di Pulau Jawa.

“Dari semua mobil Esemka, kami memang baru menjual Rajawali R2. Model sama dengan yang digunakan Pak Jokowi, tapi sudah disempurnakan lagi. Kapasitasnya lima penumpang dan bermain di segmen SUV seperti Rush dan Terios,” ucap Dwi Budi Martono, Direktur Teknik Esemka saat dijumpai KompasOtomotif di Solo, Jawa Tengah, Senin (14/3/2016).

Esemka Rajawali dijual dengan banderol Rp 180 juta, dibekali mesin bensin 1.600 cc, dilengkapi transmisi manual lima percepatan. Spesifikasi mesin adalah, SOHC 16V dengan sistem bahan bakar injeksi seperti mobil modern saat ini.

Ketika ditanya mengenai jumalah populasinya, pria yang akrab di sapa Toto tersebut mengaku sudah ada sekitar 150 unit lebih Rajawali yang dipasarkan.

“Sekitar 150-an unit yang dijual. Untuk wilayah sebagian besar daerah jawa, seperti Kediri, Nganjuk, Jombang, Wonogiri, sedangkan di luar pulau jawa itu ada dua unit di Lampung,” ucap Toto.

Purna Jual

Menyingung masalah purnajual, Toto beranggapan hal ini bukan menjadi masalah besar. Semua mobil yang dipasarkan mendapat layananyang terjamin.

“Untuk aftersales seperti bengkel perawatan semua SMK kemitraan kami yang ada di kota-kota di Indonesia sudah bisa menangganinya, jadi tidak perlu khawatir. Mulai dari jasa perawatan biasa sampai yang berat bisa dikerjakan, termasuk suku cadang,” kata Toto.

Esemka sendiri menurutnya sangat terbuka bagi para pebisnis yang mau menjalin kemitraan untuk membuka bengkel khsusus Esemka. Namun harus melalui standarisasi yang sudah ditentukan Esemka.

“Bagi pihak swasta yang mau jalin kemitraan membuat bengkel Esemka kita silakan saja, nanti tenaga kerjanya kita bimbing di sini tapi harus sesuai standarisasi kami,” ucap Toto.  [sumber http://otomotif.kompas.com/]