Bakteri dalam Usus Bikin Lansia Sehat

BAKTERI dalam usus sering dikaitkan sebagai penyebab sakit perut. Padahal kenyataannya, bakteri baik dalam usus berguna bagi kesehatan para lansia (lanjut usia).

Para peneliti telah menemukan hubungan antara triliunan “bakteri baik” yang hidup di usus dengan kesehatan pria dan wanita berusia 60 tahun lebih. Dari sana diketahui bahwa jenis makanan yang dikonsumsi memengaruhi jenis bakteri yang berkembang dalam usus. 


Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang bervariasi, kaya buah dan sayuran dapat membantu mencegah sejumlah besar penyakit, lemah memori, bahkan hilangnya memori pada lansia. Makanan yang disarankan meliputi buah-buahan seperti apel dan anggur, serta kacang, tauge, minyak ikan, roti gandum, dan sereal.

Para peneliti dari University College Cork meminta 178 pria dan wanita berusia 64-72 tahun untuk menceritakan kebiasaan makan mereka, menganalisis bakteri dalam usus mereka, dan meminta mereka mengikuti serangkaian tes kesehatan. Para relawan ada yang tinggal di rumah dan rumah sakit.

Studi ini menemukan bahwa lansia yang telah dirawat di rumah sakit selama lebih dari enam pekan, jenis bakteri dalam usus mereka jumlahnya lebih sedikit dibanding yang lain. Kesehatan mereka juga lebih buruk dan memiliki pola makan yang kurang bervariasi. Jenis buah dan sayuran yang mereka makan lebih sedikit, mereka makan lebih banyak makanan bergula, berlemak, berdaging, serta lebih sedikit mengonsumsi roti gandum dan sereal.

Penelitian yang dipublikasikan pada Euroscience Open Forum ini memberitahu bahwa para lansia tersebut bukannya diberi makanan yang rendah mutunya. Justru, mereka mendapatkan menu yang bervariasi. Permasalahannya ialah gigi, pencernaan, atau hilangnya minat pada apa yang terjadi di sekitar mereka membuat mereka hidup dengan makanan ringan seperti teh dan roti panggang.

Peneliti Paul O’Toole mengatakan, ada beberapa cara bakteri dalam usus membantu menjaga para lansia tetap sehat. Beberapa bakteri membantu melepaskan energi dari buah dan sayuran dan menjaga usus tetap sehat. Bakteri yang lain berguna untuk memperkuat otot dan menjaga otak bekerja dengan cepat, penting untuk mencegah lansia terpeleset dan jatuh.

O’Toole mengatakan usaha yang lebih banyak harus dilakukan untuk memastikan lansia yang sedang dirawat dalam jangka panjang mengonsumsi makanan yang bervariasi. Jika mereka tidak bisa konsumsi makanan yang ditawarkan, dibutuhkan peran dari para industri makanan untuk membuat makanan alternatif, seperti dilansir Dailymail.