Masa kehamilan adalah masa-masa yang membahagiakan pasangan suami istri. Namun, pada masa kehamilan, tetap saja ada masalah yang kerap dialami wanita.  Masalah kulit, misalnya.

Jika biasanya pembahasan mengenai penyakit saat hamil berkaitan dengan pantangan menu makanan, maka kali ini lebih pada kondisi fisik. Berdandan saat hamil, sah-sah saja. Akan tetapi perlu selektif menggunakan kosmetik. Hal ini cukup sepele, tapi perlu diperhatikan.


Biasanya, masalah yang paling sering timbul adalah tubuh lebih mudah berkeringat mengingat meningkatnya proses metabolisme pada tubuh. Namun, tidak semua memilih untuk memakai kosmetik demi mempertahankan kecantikan selama masa-masa kehamilan. Mengapa? Pasalnya, penggunaan kosmetik dapat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Bagaimana bisa?

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr Asnawi Madjid SpKK MARS, kepada FAJAR mengungkapkan, saat seorang wanita hamil, maka harus hati-hati terhadap pemakaian bahan kosmetik. Sebab, ada sebagian berpengaruh dan berbahaya terhadap janin.

“Apalagi bahan-bahan kosmetik yang dijual bebas, bisa saja mengandung mercuri yang sangat berbahaya pada janin,” kata Asnawi, Selasa 10 Juli.

Dalam pemakaian kosmetik, dokter Asnawi menjelaskan, bahwa zat-zat yang terkandung di dalam kosmetik tersebut dapat dengan mudah diserap ke dalam tubuh melalui pori-pori dan dialirkan ke seluruh tubuh hingga mencemari aliran darah. Tentu saja, hal itu akan sampai kepada janin yang sedang dikandung dari suplai darah si ibu yang membawa oksigen serta sari-sari makanan.

Zat berbahaya yang sampai kepada janin ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin menjadi terganggu, bahkan dapat menyebabkan keguguran. Sangat berbahaya jika para ibu yang sedang hamil sampai salah pilih kosmetik.

Dokter spesialis kandungan, dr Nasruddin AM SpOG mengatakan, pada dasarnya kosmetik yang bersifat lokal untuk di kulit atau badan semisal bedak dan lotion, itu tidak memberi dampak negatif dan aman buat wanita hamil.

“Kecuali kalau minum pil atau kapsul kecantikan, itu harus dikonsultasikan ke dokter. Karena pada umumnya, tidak aman bagi ibu hamil terutama pada tri semester awal kehamilan,” kata Nasruddin.

Sebenarnya, para ibu hamil bukannya dilarang untuk menjaga kecantikan atau mempercantik diri selama masa-masa membahagiakan tersebut. Yang perlu dihindari adalah bahayanya. Bagaimana para ibu cerdas dapat tetap tampil cantik tanpa mengenyampingkan keselamatan dan kesehatan bayi dalam kendungan mereka.

“Sebagai ibu cerdas, alangkah baiknya jika cari tahu dulu zat apa saja yang perlu dihindari selama masa kehamilan,” kata Nasruddin yang juga direktur RS Ibu dan Anak Siti Khadijah.