Rabu, 08 Agustus 2018

80 Persen Bangunan Hancur Akibat Gempa di Lombok

80 Persen Bangunan Hancur Akibat Gempa di Lombok

Harapan untuk menemukan orang-orang yang selamat memudar di pulau Lombok yang dilanda gempa pada hari Rabu yang menyebabkan 156.000 orang kehilangan tempat tinggal dengan kekurangan air bersih, makanan, dan obat-obatan.

Dari laporan yang didapat sampai berita ini diterbitkan, korban tewas akibat gempa berkekuatan 7 SR sebanyak 131. Angka itu diperkirakan akan meningkat. Hampir 2.500 orang telah dirawat di rumah sakit dengan luka serius.

Petugas penyelamat menemukan beberapa dusun sulit dijangkau karena jembatan dan jalan rusak oleh gempa besar.

"Teams are speaking of coming across ghost towns, villages that have essentially been abandoned" kata Matthew Cochrane dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Dia menambahkan 80 persen bangunan telah rusak atau hancur.

Petugas penyelamat menggali puing-puing masjid pada hari Rabu di mana sejumlah orang yang tidak diketahui diduga tertimpa. Tubuh seorang wanita telah ditemukan, kata petugas penyelamat Bagusa Ngurah.

"Kami berdiri diam ketika kami pertama kali merasakan gempa, tetapi goyangannya semakin kuat sehingga kami mencoba untuk berlari sebelum masjid runtuh," Muhammad, seorang yang berhasil melarikan diri, mengatakan..

"Beberapa dari kami harus memecahkan kaca jendela untuk keluar," katanya.

Ribuan wisatawan telah meninggalkan Lombok sejak hari Minggu karena takut akan gempa bumi lebih lanjut. Lombok telah dilanda gempa berkekuatan 6,4 pada 29 Juli yang menewaskan 17 orang.

Indonesia duduk di Pacific Ring of Fire dan telah sering dilanda oleh gempa besar. Pada 2004, tsunami yang digerakkan oleh gempa di lepas pantai Aceh menewaskan 226.000 orang di 13 negara di seluruh Samudra India, termasuk lebih dari 120.000 di Indonesia.