Sabtu, 07 April 2018

Protes Puisi Sukmawati, Ribuan Mahasiswa di Padangsidimpuan Turun ke Jalan

demo sidimpuan

PADANGSIDIMPUAN - Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembela Islam Tapanuli Bagian Selatan (Gempita), berunjuk rasa di depan Kantor Walikota dan DPRD Kota Padangsidimpuan. Aksi tersebut guna mendesak penegak hukum untuk mengadili Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi yang dianggap mengarakan kepada SARA.

Ribuan mahasiswa melakukan unjuk rasa di sejumlah lokasi. Ada yang pawai di Jalan Sudirman, menuju Alaman Bolak. Ada yang berunjuk rasa di Gedung Dewan. 

Pengunjuk rasa berasal dari sejumlah perguruan tinggi yang berada di Kota Padangsidimpuan di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Universitas Graha Nusantara (UGN), Sema IAIN Padangsidimpuan, DEMA IAIN Padangsidimpuan, MPM UMTS, HMPB Kopasid, Satma AMPI dan Satma PP Padangsidimpuan. 

Para mahasiswa juga membawa spanduk dan poster bertuliskan kutukan terhadap puteri mantan Presiden Soekarno itu. Salah satu poster berisi “Tangkap dan Penjarakan Sukmawati”. Dalam orasinya, ribuan mendesak agar penegak hukum segera melakukan tindakan hukum terhadap Sukmawati yang dianggap telah melecehkan agama Islam melalui puisinya yang dibacakan pada acara 20 tahun Anne Avantie di Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. 

Mereka menilai, sebagai anak dari Bapak pendiri bangsa, Sukmawati dianggap sudah melecehkan Pancasila yang ada di dalamnya terkandung nilai agama yang harus dijaga dan dihormati oleh setiap warga Negara. ”Ibu Sukma, puisimu sudah melecehkan umat Islam,” ujar Rizki Ananda, BEM UGN Padangsidimpuan.

Dalam unjuk rasa itu, salah seorang mahasiswa mengumandangkan adzan dengan suaranya yang sangat merdu. Aksi unjuk rasa berlangsung damai dikawal aparat kepolisian. [sindonews.com]