Rabu, 14 Maret 2018

Sejarah Singkat Tugu Pahlawan Siborang


#BUKAN "BAYO KOKONG"

Kapten Ramses Harahap (Baginda Katimbung Dilaut), pasukan Banteng Hitam, misi Spionase dan Sabotase, wilayah operasi Medan Area, Tapanuli hingga Bukit Tinggi. Tewas ditembak pasukan KNIL (1949) ketika sedang menjenguk istrinya yang sedang hamil di Padang Sidimpuan, mereka (Ramses Harahap, adiknya Samuel Harahap dan teman akrab yang juga anggota pasukannya bermarga Hutagalung,hanya marga.. dan namanya belum diketahui) ditangkap setelah dikepung di sebuah rumah di Jalan Sutoyo P Sidimpuan. 

Hal ini bermula karena seorang anggota pasukan bermarga Tobing tertangkap patroli KNIL di sekitar RS Bersalin P Sidimpuan. Ramses Harahap dan temannya bermarga Hutagalung dieksekusi di atas Jembatan Sihitang dan mayatnya dibuang ke sungai setelah lebih dulu disiksa, sedangkan yang bermarga Tobing dilepas oleh KNIL, Samuel Harahap karena dikira masih anak-anak juga dilepas. 

Dari sini dapat diketahui bahwa Ramses Harahap dan temannya bermarga Hutagalung adalah memang target KNIL untuk dibunuh. Untuk mengenang mereka ada tugu perjuangan di jembatan Siborang P Sidimpuan dua orang (Ramses Harahap dan Hutagalung) sedang memegang senapan dan bom molotov yang berarti penyergapan dan sabotase. 

Ada juga nama jalan di sekitar Stadion Naposo bernama Katimbung Dilaut, untuk yang bernama Hutagalung saya lupa, tapi kalau ga salah dimakamkan di TMP P Sidimpuan, sedang Kapten Ramses Harahap dimakamkan di pemakaman keluarga di Jalan Kartini di P Sidimpuan. Ramses Harahap adalah masih sepupu dari Amir Sjarifoeddin Harahap ( Perdana Menteri). Terakhir, semoga sejarah dapat dituliskan dan diceritakan kepada anak cucu kita bahwa patung tugu Siborang bukan patung bayo "KOKONG". Terimakasih dan semoga bermanfaat!

HORAS!!!

Kalau ada kesalahan mohon diluruskan..

#dari_berbagai_sumber
#JaSMerah

(dari berbagai sumber, bila ada lanjutan akan ditambahkan)