Minggu, 04 Maret 2018

Gerakan Yerusalem AS adalah 'adopsi resmi narasi Israel'

palestina


Pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel menandakan "adopsi narasi Israel secara resmi", seorang anggota terkemuka Arab Knesset mengatakan, satu minggu setelah Washington membenarkan bahwa pihaknya meneruskan bulan Mei kedutaan AS akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Kota Suci.

Ahmad Tibi, yang berbicara pada sebuah konferensi pada hari Sabtu di London dengan judul: Apakah Presiden Trump melegalisasi pendudukan tersebut ?, Tibi mengklaim: "Unsur paling berbahaya dari keputusan kedutaan Trump adalah bahwa Israel berhak menentukan di mana modalnya, hanya karena parlemen dan Mahkamah Agung ada di sana.

"Ini adalah adopsi resmi narasi Israel."

Trump mengirim gelombang kejut ke seluruh dunia setelah mengumumkan pada bulan Desember bahwa dia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, saat dia berjanji untuk memindahkan kedutaan AS ke kota.

Wakil Presiden AS Mike Pence telah mengklaim bahwa langkah kedutaan tersebut akan berlangsung pada 2019, namun Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada tanggal 23 Februari bahwa relokasi tersebut akan terjadi pada bulan Mei tahun ini, bertepatan dengan peringatan 70 tahun deklarasi kemerdekaan Israel.

Pengumuman itu dilihat sebagai provokasi.

Orang-orang Palestina menandai 15 Mei sebagai Hari Nakba, atau "malapetaka", saat mereka memperingati pemindahan massa orang-orang Palestina untuk memberi jalan bagi negara Israel.

Perluasan kedutaan akan berlangsung pada akhir 2019, kata Departemen Luar Negeri AS.

Langkah ini membalikkan dekade kebijakan luar negeri AS.