Minggu, 07 Januari 2018

Pemberontak Rohingya menyergap tentara Myanmar



Pemberontak Rohingya menyerang sebuah truk tentara di negara bagian Rakhine yang bergolak Myanmar dan melukai lima tentara, kata media pemerintah.

Seorang juru bicara Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) mengaku bertanggung jawab atas penyergapan tersebut pada hari Jumat.

"Sebuah kendaraan ... diserang oleh 20 gerilyawan dari gunung dengan menggunakan peralatan buatan sendiri dan senjata ringan," kata pemerintah, menambahkan sekitar 10 pemberontak terlibat.

Militer menambahkan "teroris Bengali ekstremis ARSA" melakukan penyergapan tersebut.

Serangkaian serangan terhadap instalasi keamanan Agustus lalu memicu eksodus lebih dari 620.000 warga desa Rohingya dari Rakhine ke negara tetangga Bangladesh, setelah tentara Myanmar melancarkan tindakan keras yang brutal.

Melarikan diri dari Rohingya telah melaporkan banyak cerita tentang pembunuhan massal, pemerkosaan geng, dan serangan pembakaran oleh pasukan keamanan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyebut kekerasan terhadap warga sipil "pembersihan etnis", namun pemerintah Myanmar telah menolak uraian tersebut.

Seorang juru bicara pemberontak mengkonfirmasi kelompoknya telah melakukan serangan tersebut. "Ya, ARSA bertanggung jawab atas gerakan militer terakhir," kata petarung tak dikenal tersebut kepada kantor berita Reuters.

Majalah Frontier Myanmar yang berbasis di Yangon melaporkan enam tentara dirawat di rumah sakit, satu dengan luka kritis.

Bangladesh dan Myanmar menandatangani kesepakatan bulan lalu untuk mengembalikan ratusan ribu pengungsi Rohingya, namun sedikit yang diketahui mengenai rinciannya.