Sabtu, 02 Desember 2017

Rudal Israel menyerang markas tentara di dekat Damaskus



Rudal Israel menyerang sebuah posisi militer di dekat Damaskus semalam dan sistem pertahanan udara Suriah menggagalkannya, kata televisi pemerintah Suriah pada hari Sabtu.

"Serangan terang-terangan" menyebabkan kerugian material di lokasi di pedesaan di sekitar ibu kota, katanya.

Seorang jurubicara militer Israel menolak berkomentar mengenai laporan serangan tersebut.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa serangan rudal tersebut kemungkinan dilakukan oleh militer Israel dan menargetkan beberapa pangkalan militer pemerintah di Al Kiswah di pinggiran barat daya Damaskus.

Sumber menjelaskan yang dikutip dari Al Jazeera bahwa serangan Israel ditujukan ke lokasi militer pemerintah dan posisi gerakan Hizbullah Lebanon dan bahwa suara ledakan besar yang disebabkan oleh serangan tersebut terdengar di Damaskus dan sekitarnya.

Observatorium selanjutnya melaporkan pemadaman listrik di banyak wilayah ibukota Suriah.

Al Qoraish, sebuah surat kabar Arab yang diterbitkan dari London, melaporkan bahwa beberapa tentara Iran tewas atau terluka dalam serangan tersebut. Al Jazeera tidak dapat memverifikasi laporan tersebut.

'Rudal dicegat'


Menurut kantor berita SANA yang dikelola negara Suriah, pasukan pro-pemerintah berhasil menghancurkan dua rudal tersebut dalam serangan balasan.

"Musuh Israel dipecat setelah tengah malam pukul 12.30 beberapa rudal darat ke darat di lokasi militer di pedesaan Damaskus, di mana pertahanan udara kita berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal," kata SANA mengutip sumber keamanan.

Serangan rudal tersebut diyakini merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan Israel terhadap Suriah, di mana perang saudara enam tahun telah menghancurkan sebagian besar negara tersebut dan mengungsikan jutaan warga negara.

Awal tahun ini, seorang pejabat senior Israel berikrar bahwa Israel akan membom istana Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus jika Iran dan Hizbullah terus memperluas kekuasaannya atas negara yang dilanda perang tersebut.

Konflik Suriah dimulai pada bulan Maret 2011 melawan pemerintah Assad, namun kemudian berubah menjadi perang sipil yang telah menewaskan ratusan ribu orang.