Selasa, 12 Desember 2017

Putin, Erdogan memperingatkan pergerakan AS berisiko meningkatkan ketegangan



Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakhiri sebuah tur regional satu hari dengan berhenti di Turki, di mana dia bergabung dengan rekannya dari Turki dalam mengkritik sebuah keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sebelum mendarat di Ankara pada hari Senin untuk bertemu Recep Tayyip Erdogan, Putin melakukan kunjungan tak terjadwal ke Suriah yang dilanda perang, di mana dia memerintahkan pasukan Rusia untuk mulai menarik diri, dan Mesir, untuk mengadakan pembicaraan yang direncanakan dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi.

Kunjungan ke wilayah tersebut menyoroti hubungan Rusia yang meluas dengan pemain kunci di Timur Tengah, kata para analis.

Ini juga terjadi di tengah meningkatnya kemarahan di wilayah tersebut dan dunia Muslim atas keputusan Presiden AS Donald Trump tentang mengumumkan Yerusalem ibukota Israel. Pergeseran kebijakan AS juga banyak dikutuk oleh sekutu Washington.

Berbicara bersama Erdogan setelah pertemuan mereka di ibukota Turki, Putin mengatakan bahwa status Yerusalem harus diselesaikan melalui pembicaraan langsung antara Palestina dan Israel.

"Baik Rusia dan Turki menganggap keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak membantu situasi di Timur Tengah," katanya dalam sebuah konferensi pers.

"Ini mengacaukan wilayah dan menghapus prospek perdamaian," tambah Putin.

Erdogan mengatakan bahwa dia "senang" dengan pendirian Putin, dan mengutuk Israel atas kematian orang-orang Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Palestina karena demonstrasi menentang rencana Trump berlanjut untuk hari keenam di sana.

Warga Palestina melihat Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Organisasi Kerjasama Islam (IOC) dijadwalkan untuk membahas masalah ini di Istanbul, kota terbesar di Turki, pada hari Rabu.

Erdogan mengatakan bahwa KTT tersebut akan menjadi "titik balik" pada krisis tersebut dan Rusia berjanji untuk mengirim seorang perwakilan.