Selasa, 26 Desember 2017

Paus memperingatkan 'angin perang' dalam pesan Natal

paus francis

Dalam pesan natalnya yang tradisional, Paus Francis telah mendesak sebuah solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina, karena ketegangan menguat karena keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Menghadapi puluhan ribu umat Katolik Roma pada Hari Natal di Vatikan pada hari Senin, paus Argentina mengatakan anak-anak di Timur Tengah "terus menderita" karena meningkatnya ketegangan antara orang Israel dan Palestina.

"Mari kita berdoa agar kemauan untuk melanjutkan dialog dapat terjadi di antara para pihak dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara di dalam perbatasan yang disepakati bersama dan diakui secara internasional," kata 81 tahun- tua.

Dia menyampaikan pesan dan berkat tradisional Urbi et Orbi (ke kota dan dunia) dari balkon pusat basilika Vatikan.

Selain isu Israel-Palestina, Francis juga mengharapkan perdamaian di Suriah yang dilanda perang, Yaman dan Irak.

"Angin perang bertiup di dunia kita dan model pembangunan yang ketinggalan jaman terus menghasilkan penurunan manusia, masyarakat dan lingkungan," katanya.

Paus juga menawarkan sebuah doa untuk mengakhiri ketegangan nuklir di Semenanjung Korea.

Setiap tahun, jutaan orang Kristen merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, untuk menandai kelahiran Yesus Kristus.