Sabtu, 30 Juni 2018

Donald Trump menolak tuduhan kolusi Rusia

Donald Trump


Presiden AS Donald Trump menolak kolusi antara kampanyenya untuk pemilihan presiden AS 2016 dan Rusia, di tengah investigasi federal yang sedang berlangsung mengenai dugaan hubungan antara keduanya.

Berbicara kepada New York Times dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis, Trump malah menuduhnya sebagai oposisi Demokrat yang berkolusi dengan Moskow, tanpa memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.

"Ada kolusi yang luar biasa atas nama orang Rusia dan Demokrat," kata Trump saat ditanya tentang penyelidikan yang sedang berlangsung yang dipimpin oleh mantan direktur FBI Robert Mueller ke dalam campur tangan Rusia dalam pemilihan tersebut.

"Tidak ada kolusi sehubungan dengan kampanye saya," Trump menambahkan.

Investigasi sejauh ini telah menuduh beberapa mantan pembantu senior Trump melakukan pelanggaran yang mencakup persekongkolan melawan Amerika Serikat dan membuat pernyataan salah.

Pada bulan Oktober, Paul Manafort, mantan manajer kampanye Trump, dan rekannya Rick Gates ditangkap dan dikenai tuduhan 12 orang, tidak ada yang secara langsung terkait dengan kampanye 2016.

Perhatian media AS pada Manafort berfokus pada pertemuan yang dia hadapi dengan putra sulung Trump, Donald Trump Jr; menantunya, Jared Kushner; dan seorang pengacara pemerintah Rusia yang mengaku telah memberatkan informasi pada 2016 calon presiden Demokrat Hillary Clinton.

Bulan ini, penasihat keamanan nasional Trump, Michael Flynn, mengaku bersalah karena membuat pernyataan salah mengenai percakapan yang dia lakukan dengan duta besar Rusia untuk Amerika Serikat sebelum Trump mulai menjabat pada bulan Januari.

Pada bulan Juli 2016, Trump secara terbuka meminta bantuan kepada Moskow untuk menemukan email milik Clinton selama dia menjabat sebagai sekretaris negara AS.