Senin, 11 Desember 2017

Delegasi Bahrain mengunjungi Israel



Di tengah kontroversi mengenai keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, sebuah delegasi Bahrain telah tiba di Israel untuk "mengirim pesan perdamaian", menurut laporan media.

Sebuah laporan di Times of Israel pada hari Minggu mengatakan bahwa kunjungan tersebut mengindikasikan adanya pemanasan hubungan antara kedua negara, yang tidak memelihara hubungan diplomatik.

Terdiri dari dua lusin anggota kelompok yang disebut This Is Bahrain, delegasi tersebut akan tinggal di Israel selama empat hari untuk "mengirim pesan toleransi dan koeksistensi agama", menurut Times.

Pejabat Bahrain sebelumnya telah menyarankan agar hubungan yang lebih kuat antara Israel dan Bahrain dapat menguntungkan kedua negara dalam menghadapi saingan mereka, Iran.

Dokumen yang dikeluarkan oleh WikiLeaks pada tahun 2011 menyoroti kontak Bahrain dengan Israel "di tingkat intelijen / keamanan" dan mengindikasikan bahwa negara Teluk "bersedia untuk bergerak maju di bidang lain".

Kunjungan delegasi Bahrain datang saat demonstrasi terus mengamuk di wilayah Palestina yang diduduki dan di seluruh dunia atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Langkah tersebut menarik kecaman dari para pemimpin dunia, termasuk kementerian luar negeri Bahrain, yang mengeluarkan sebuah pernyataan yang mencatat bahwa langkah tersebut "mengancam proses perdamaian di Timur Tengah dan menghalangi semua inisiatif dan negosiasi" menuju solusi yang langgeng.