Jumat, 03 November 2017

Tanpa rel, Tingkok luncurkan kereta canggih dengan jalur virtual



Tiongkok saat ini sedang menguji sistem transportasi futuristik kereta tanpa rel yang berjalan di jalur lintasan virtual. Kereta canggih telah diuji di jalanan Zhuzhou, Provinsi Hunan, baru-baru ini.

Dijuluki sebagai kereta cerdas pertama di dunia, sistem Autonomous Rail Rapid Transit (ART) ini memiliki kecepatan maksimum 70 km per jam. Kantor berita lokal People's Daily Online mengatakan kereta ART membawa 300 penumpang dengan tiga gerbong.

Dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok CRRC Corporation, salah satu produsen kereta terbesar di dunia, tujuan sistem ini adalah untuk mempercepat transportasi umum di Zhuzhou sebelum dikembangkan ke kota-kota lain di negara ini.

Menurut laporan, kereta ini digambarkan sebagai hibrida atau perpaduan antara trem dan bus. Kereta berjalan di jalur kereta api virtual yang memiliki lebar 3,75 meter, dipandu oleh garis putus-putus yang dilukis di jalan.

Dengan hanya 10 menit pengisian daya, kereta yang memiliki ban karet bukan roda baja ini dapat berjalan lebih dari 25 km. Dilaporkan, kereta ini juga memiliki rentang masa pakai sekitar 25 tahun.

Kereta ini juga menggunakan sensor teknologi tinggi untuk mengumpulkan informasi perjalanan dan mengidentifikasi trotoar di jalan.

Menurut People's Daily, ART jauh lebih murah daripada kereta bawah tanah biasa, yang menghabiskan biaya sekitar 400 juta yuan (sekitar Rp 818 miliar) sampai 700 juta yuan (sekitar Rp 1,431 triliun per kilometer di Tiongkok.

Dibandingkan dengan trem listrik, yang menghabiskan 150 juta yuan (sekitar Rp 306 miliar) sampai 200 juta yuan (sekitar Rp 409 miliar) per kilometer, ART hanya sekitar seperlima dari investasi tersebut. Saat ini, kereta tersebut dilaporkan hanya diuji di Zhuzhou dan akan dibuka untuk umum tahun 2018.