Senin, 13 November 2017

Lebih dari 300 orang meninggal dunia dalam gempa berkekuatan 7,3 SR di perbatasan Iran - Irak


Gempa berskala 7,3 melanda wilayah perbatasan antara Irak dan Iran pada hari Minggu, menewaskan setidaknya 328 orang dan melukai sekitar 2.530 lainnya.


Saat gempa susulan berlanjut pada hari Senin dan saat tim penyelamat mempercepat operasi mereka, kantor berita negara Iran, IRNA, mengkonfirmasi jumlah korban tewas, dengan mengatakan setidaknya 382 orang yang terluka tinggal di rumah sakit.

Survei Geologi AS (USGS) mengatakan gempa dahsyat pada hari Minggu melanda dekat Halabjah, tenggara Sulaymaniyah, sebuah kota di wilayah Kurdi semi-otonom di Irak utara.

Guncangan, yang dirasakan sejauh Qatar, pukul 9:18 waktu setempat (18:18) GMT. Episenternya berada pada kedalaman 33,9 km.

Sebagian besar korban diyakini berada di kota Sarpol-e Zahab, Iran.

Media Iran mengatakan tim penyelamat ditempatkan di daerah tersebut di tengah kekhawatiran jumlah korban tewas akan meningkat.

Diseberangi oleh beberapa garis patahan utama, Iran adalah salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia.

Pada tahun 2003, sebuah gempa berskala 6,6 ratakan kota bersejarah Bam di tenggara Iran, menewaskan sekitar 26.000 orang.

Di sisi lain perbatasan, pejabat Sulaymaniyah mengumumkan keadaan darurat pada dini hari Senin untuk menilai akibat gempa tersebut, menurut media Kurdi setempat.

Sedikitnya tujuh orang tewas di Irak, kata beberapa laporan, mengutip kementerian dalam negeri Irak.

Turki termasuk salah satu negara pertama yang merespons.

Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mengatakan di Twitter bahwa mereka mengirim 20 petugas pencari dan penyelamatan ke Irak, serta bantuan kemanusiaan.