Senin, 27 November 2017

Ilmuwan mengembangkan enkripsi berkecepatan tinggi untuk keamanan masa depan internet



Jika melihat dunia digital sekarang, kita hidup di ruang yang semakin berjejaring. Dari berkomunikasi melalui email dan pesan instan untuk memesan makanan, bepergian, perbankan dan belanja, hampir setiap aspek kehidupan kita berkisar seputar dunia cyber.

Namun, dengan internet yang banyak digunakan, ada peningkatan risiko karena penjahat dunia maya terus mencari cara untuk mengatasi tindakan keamanan dasar. Dengan demikian melindungi informasi vital di dunia maya telah menjadi kebutuhan.

Karena itu, dalam upaya untuk melawan ancaman cyber di masa depan, para ilmuwan telah mengembangkan sistem baru dengan enkripsi berkecepatan tinggi yang mendorong komputer kuantum untuk menciptakan bentuk enkripsi data yang praktis. Sistem novel ini mampu menciptakan dan mendistribusikan kode enkripsi pada tingkat megabit per detik, yaitu lima sampai 10 kali lebih cepat dari metode yang ada dan sejajar dengan kecepatan internet saat menjalankan beberapa sistem secara paralel.

Teknik ini aman dari serangan umum, bahkan dalam menghadapi kekurangan peralatan yang bisa membuka kebocoran. "Kami sekarang cenderung memiliki komputer kuantum yang berfungsi yang mungkin bisa mulai memecah kode kriptografi yang ada dalam waktu dekat," kata Daniel Gauthier, Profesor di The Ohio State University.

"Kami benar-benar harus berpikir keras sekarang tentang berbagai teknik yang bisa kami gunakan untuk mencoba mengamankan internet," Gauthier menambahkan, di koran tersebut muncul di jurnal Science Advances. Agar sistem baru bisa berjalan, baik hacker maupun pengirim harus memiliki akses ke kunci yang sama, dan harus dirahasiakan.

Sistem novel menggunakan laser yang lemah untuk mengkodekan informasi atau mengirimkan kunci pada foton cahaya individu, namun juga mengemas lebih banyak informasi ke masing-masing foton, membuat teknik lebih cepat. Dengan menyesuaikan waktu foton dilepaskan, dan properti foton disebut fase, sistem baru dapat mengkodekan dua bit informasi per foton dan bukan satu.

Trik ini, dipasangkan dengan detektor berkecepatan tinggi menggerakkan sistem untuk mentransmisikan kunci lima sampai 10 kali lebih cepat dari metode lainnya. "Itu mengubah properti foton tambahan yang memungkinkan kami melipatgandakan tingkat kunci aman yang bisa kami dapatkan jika kami tidak melakukannya," kata Gauthier.