Kamis, 03 Maret 2016

Di Sidimpuan Polisi dan Tersangka Pengedar Narkoba Kejar-kejaran

SIDIMPUAN – Pelaku penyalahgunaan narkoba terus diburu petugas. Rabu (2/3), petugas dari Polres Kota Psp menangkap dua pemakai dan pengedar narkoba di Sidangkal, Psp Selatan Kota Psp.

“Dua pelaku yang kita duga kuat pemakai dan bandar narkoba berhasil kita tangkap dari sebuah tempat di daerah Sidangkal, berikut dengan barang bukti yang kita temukan,” ujar Kapolres Psp AKBP M Helmi Lubis melalui Kasat Narkoba AKP K Nababan SH.Diceritakan Kasat, sebelum melakukan penangkapan, Rabu (2/3) sekitar pukul 17.00 WIB, pihaknya lebih dulu mendapat informasi dari informan mereka yang mengabarkan adanya transaksi narkoba di seputaran Sidangkal, Kecamatan Psp Selatan Kota Psp. Berbekal info tersebut, pihaknya langsung menyusun rencana untuk menggerebek dan melakukan penangkapan.

“Lebih dulu kita dapat info dari informan kita. Setelah kita pastikan kebenarannya, bersama petugas lainnya, langsung menyusun rencana untuk melakukan penangkapan,” terangnya.

Sampai di sekitar lokasi, petugas melakukan pengendapan dan memonitor aktivitas di sekitar lokasi. Dari kejauhan, para pelaku yang menjadi TO petugas sudah terlihat. Tak mau targetnya kabur, petugas yang sudah membagi perannya masing-masing dengan sigap menggerebek dan melakukan penangkapan.

Rupanya, saat petugas tiba, para pelaku yang ada di sebuah warung (lopo,red) mencoba kabur dengan melarikan diri ke arah belakang warung yang diketahui merupakan areal persawahan. Beruntung, dengan kesigapan petugas, dua pelaku yang diketahui sebagai sindikat peredaran dan penyalahgunaan narkoba berhasil ditangkap.

“Anggota dan pelaku sempat kejar-kejaran di pematang sawah, bahkan sampai bergumul. Dan satu pelaku yang kita ketahui sebagai bandar, sempat membuang tas yang berisi satu bungkus ganja seberat 1 kilogram,” ungkapnya.

Adapun kedua pelaku tersebut diketahui bernama Feriansyah alias Feri (30) warga Sidangkal yang diketahui sebagai pengedar narkoba dan Sanyekan Hasibuan (29) warga Jalan Imam Bonjol Aek Tampang Gang Bersama yang diduga kuat ikut terlibat dalam jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Dari keduanya kita mengamankan barang bukti berupa satu kilogram ganja dan satu paket sabu berikut alat timbang,” terang Kasat.

Selanjutnya, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba tersebut, guna mendapatkan darimana barang-barang itu didapat pelaku. “Ini masih kita kembangkan, biar tidak putus dan dapat mengungkap para pelaku lainnya,” tukasnya.

Sementara itu, Sanyekan, satu pelaku yang ditangkap mengaku, saat itu ia dan Feri sedang duduk disebuah warung di daerah Sidangkal. Ia tak menampik, waktu itu mereka berencana mau menghisap ganja di sekitar lokasi. Belum lagi ganja dihisap, Sanyekan terkejut karena mengetahui kedatangan petugas dan langsung berusaha melarikan diri.

“Saya terkejut makanya saya lari, waktu itu kami memang mau menghisap ganja. Ada sekitar 4 orang kami di tempat itu,” ucapnya dengn kondisi tubuh penuh lumpur dan mengaku mendapatkan ganja dari Feri yang dibelinya seharga Rp10 ribu per amp.

Serupa dengannya, Feri juga mengakuinya, bahkan 1 kilogram ganja dan 1 paket sabu yang ditemukan petugas adalah miliknya. “Punya saya itu Pak, saya buang karena saya takut ditangkap,” pungkas pria yang juga residivis kasus narkoba meringis di hadapan petugas. [metrotabagsel.com]