Jumat, 18 Desember 2015

'Badak' Karya Pindad Sukses Uji Tembak

Panser Kanon 90 mm, 'Badak', buatan PT Pindad (Persero) menjalani serangkaian proses sertifikasi oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AD.

Selama pengujian pada 10-12 Desember, yang berlangsung di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, aksi 'Badak' sangat memuaskan. Panser canggih tersebut sukses melakoni uji tembak.

"Kami bersyukur uji penembakan dinilai Dislitbang TNI AD berhasil baik," kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/12/2015).

Kendaraan tempur karya anak bangsa ini dimodifikasi dengan mesin diesel 6 silinder berkekuatan 340 tenaga kuda. Selain itu, monocoque body 'Badak' dapat menahan tembakan amunisi 12,7 mm dan menyemat teknologi double wishbone independent suspension agar stabil saat memuntahkan amunisi kaliber besar 90 mm.

Menurut Silmy, rangkaian uji 'Badak' merupakan bagian dari proses sertifikasi untuk memastikan performa panser racikan Pindad ini sesuai Ketentuan Standardisasi Umum (KSU) TNI AD.

Kegiatan tersebut berlangsung lancar berkat dukungan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Kementerian Pertahanan RI, Asisten Logistik KASAD, Dislitbang TNI AD, rekan-rekan dari Gudang Pusat Amunisi Bojong Koneng dan Pusdikif di Cipatat.

"Kami berharap dengan kerja sama baik ini maka 'Badak' dapat segera memperkuat jajaran alutsista TNI AD tahun depan (2016)," ucap Silmy.

Panser 'Made In Bandung' tersebut melakoni materi uji tembak seperti 'zeroing' atau proses penentuan arah senjata untuk masuk ke titik tengah sasaran dan penembakan arah jam 12 yakni turret serta kendaraan mengarah ke target.

Lalu penembakan arah jam 6 atau turret mengarah ke arah target dan badan kendaraan berbalik 180 derajat. Serta penembakan arah jam 3 yaitu turret mengarah ke arah target dan badan kendaraan menghadap ke kanan 90 derajat.

Seluruh penembakan mengenai target sasaran berukuran 4x4 m dengan jarak sekitar 1 kilometer dan kondisi kendaraan stabil serta terkendali.

Uji tembak dilaksanakan guna mengukur akurasi tembakan senjata utama yakni turret 90 mm. Pindad menjalin kerja sama dengan perusahaan pertahanan Belgia, CMI Defence.

Regional Director for Asia and Indonesia, Patrick Ledig, dari CMI Defence turut menyampaikan apresiasi kepada Pindad.

"Para staf ahli kami yang ikut hadir dari Belgia bekerja sama dengan Dislitbang TNI AD telah memastikan selama proses uji tembak itu kondisi kendaraan atau platform 'Badak' terlihat stabil," ujar Patrick.

Pindad mulai memperkenalkan purwarupa 'Badak' dalam kegiatan pameran IndoDefence 2014 di Jakarta. Pada fase produksi massal nanti sekitar 25 hingga 30 panser 'Badak' bisa dilahirkan setiap tahunnya dari pabrik Pindad di Kota Bandung.

Setelah uji tembak, beberapa mata pengujian lain seperti uji laboratorium dan uji jelajah eksternal akan dilaksanakan bersama Dislitbang AD.

Hasil pengujian yang maksimal tentunya diharapkan agar 'Badak' dapat menjadi salah satu produk unggulan Pindad di masa depan dan menjadi kebanggaan TNI dan bangsa Indonesia. [detik.com]