Pondok Mesum Dirazia Petugas Gabungan Padangsidimpuan

Belasan pelajar tingkat SMA tampak kucar-kacir begitu mengetahui kedatangan petugas gabungan  yang melakukan razia di Jalan Baru Kota ...

Pondok Mesum Dirazia Petugas Gabungan Padangsidimpuan
Belasan pelajar tingkat SMA tampak kucar-kacir begitu mengetahui kedatangan petugas gabungan 
yang melakukan razia di Jalan Baru Kota Padangsidimpuan, Kamis

SIDIMPUAN - Puluhan petugas gabungan merazia sejumlah pondok yang berada di seputaran Jalan Baru Kota Psp, Kamis (30/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Pondok-pondok yang kerap dijadikan sebagai tempat mesum tersebut ‘disapu’ rata petugas. Tak ketinggalan para pelakunya pun digiring ke Mapolres Kota Psp.
Pantauan METRO, setelah melakukan apel, puluhan petugas gabungan yang terdiri dari personil Polres Kota Psp, Satpol PP dan TNI yang dipimpin langsung Kapolres Kota Psp AKBP Muhammad Helmi Lubis SIK kembali melakukan ‘aksinya’ untuk merazia sejumlah tempat yang dianggap sebagai biang terjadinya penyakit masyarakat.

Awalnya rombongan petugas bergerak menuju daerah Jalan Baru Kota Psp. Di jalan yang juga dikenal dengan sebutan Abdul Haris Nasution ini, petugas merazia sejumlah pondok-pondok. Petugas menemukan sepasang pria dan wanita yang sedang berada dalam satu pondok yang tertutup.

“Ayo keluar…keluar, ngapain kalian berduaan di dalam,” ucap sejumlah petugas lalu memboyongnya ke atas truk Dalmas. Begitu juga dengan satu orang wanita yang diduga baru datang ke tempat itu dan hendak menyewa pondok juga ikut diboyong. Sayangnya pasangan pria yang bersamanya berhasil melarikan diri dan meninggalkannya di sekitar pondok tersebut.

Begitu juga di beberapa tempat lainnya (diseputaran Jalan Baru,red), petugas juga mengamankan satu pasang pria dan wanita yang masih berseragam sekolah lengkap sedang berduaan di dalam pondok. Dengan perasaan malu dan sedih, keduanya pun manut dinaikkan ke dalam mobil petugas.

“Ayo naik, jam belajar pun kalian sempat-sempatkan buat pacaran, mau jadi apanya kalian ini,” celetuk petugas yang menggiring mereka.

“Ada masalah saya Pak, makanya saya kemari,” jawab siswi salah satu SMK Negeri di Silandit itu sedih.
Masih di sekitar daerah yang sama, rombongan petugas menuju Jalan Baru yang mengarah ke daerah Pijorkoling. Setibanya di tempat yang selalu menjadi tongkrongan kawula muda ini, tiba-tiba saja belasan pelajar yang masih berseragam lengkap mendadak keluar dan berhamburan dari sebuah kafe. Rupanya, para pelajar yang diketahui membolos pada jam belajar ini mengetahui kedatangan petugas. Mereka berlarian tak tentu arah saat petugas berusaha mengejar mereka.

Bukan hanya pelaku pekat saja yang diamankan petugas, ratusan terpal yang digunakan sebagai penutup pondok pun turut diamankan.

Malah salah satu pemilik tempat yang enggan menyebutkan identitasnya, sempat melarang petugas untuk membawa terpal-terpal miliknya. Sebab ia menilai selama ini apa yang dilakukan petugas tidak sama rata alias pilih kasih. “Kalau mau benar-benar dirazia, ya razialah semuanya, jangan seperti yang sebelumnya, pilih-pilih kasih. Saya juga enggak terima kalau seperti itu,” ungkapnya kesal.

“Terpal-terpal saya itupun janganlah dibawa, pakai duit itu belinya. Lagian kami kan cuma cari makan di sini,” pintanya sedih.

“Ya kalau mau usaha yang bagus-bagus sajalah Bu. Kalau seperti ini kan sudah termasuk pelanggaran. Terpal-terpal ini harus kami sita,” jawab sejumlah petugas lagi.

Saat dikonfirmasi mengenai hasil dari razia gabungan tersebut, Kapolres Kota Psp AKBP Muhammad Helmi Lubis didampingi sejumlah perwira dan Kasat Pol PP Kota Psp Samadi Atmajaya mengatakan, razia gabungan yang dilaksanakan bersama pihak polri, Satpol PP dan TNI ini adalah sebagai usaha preventif untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas yang menjadi ancaman bagi kekondusifan Kota Psp. Dan hal itu juga sebagai shok terapi bagi yang lainnya.

“Untuk kali ini kita lakukan secara gabungan, dengan target pondok-pondok di seputaran wilayah Jalan Baru. Kedepannya akan terus kita giatkan, dan tidak menutup kemungkinan sejumlah tempat lainnya juga akan kita lakukan hal yang sama,” tukas Kapolres tegas.

Setelah memboyong para pelaku ke Mapolres, pihak Sat Binmas dan Satpol PP pun melakukan pendataan. Setelah diberikan pengarahan, juga memanggil orangtua masing-masing pelaku, akhirnya semuanya pun dipulangkan dengan ‘hadiah’ peringatan keras. “Jika yang sudah kita data terlibat lagi, pastinya akan kita beri tindakan keras. Bisa-bisa kita kenakan hukuman pidana, begitu juga dengan pemilik tempat,” pungkas pria yang selalu tampil sederhana itu.

MUI: Harus Ditertibkan
Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Psp Drs H Zulfan Effendi Hasibuan MA, saat dikonfirmasi mengenai adanya temuan dari hasil razia tersebut, juga terasa sangat terkejut. Ia turut prihatin dan miris mendengarkannya.

“Itulah, dari hal itu saja kita sudah mengetahui bagaimana dekadensi moral para generasi muda kita ini. Jadi siapa yang disalahkan sebenarnya,” ujar pria yang setiap memberikan ceramah selalu menyampaikan hal tersebut. “Saya menilai razia yang dilakukan itu sifatnya sangat positif, namun tidak efektif. Sebab tidak setiap hari dilakukan, jadi para pelaku bisa kembali mengulangi perbuatan yang sama,” keluhnya.

Ia meminta kepada pihak pemerintahan untuk bersikap tegas terkait hal tersebut. Sebab jika dibiarkan akan menjadi sebuah ‘penyakit’ yang kronis dan akan sulit untuk diobati. “Jadi bukan hanya pelakunya saja, tempat dan juga pemiliknya harus ditindak tegas. Yang jelasnya tempat-tempat seperti itu harus ditertibkan,” pintanya.

Harus Semua Dirazia
Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Kota Psp Sopian Harahap sangat mendukung penuh apa yang dilakukan oleh para petugas, baik dari kepolisian, Satpol PP dan juga pihak lainnya, namun ia sangat menyayangkan jika razia tersebut terkesan ‘pilih-pilih’.

“Harus semua dirazia, mana tempat yang dirasa menjadi ancaman gangguan kamtibmas, harus ditindak tegas dan jangan tebang pilih,” ungkap politisi dari Partai Hanura Kota Psp ini.

Ia juga meminta kepada pihak yang terkait untuk dapat duduk bersama membicarakan masalah yang dianggapnya sudah krusial tersebut. Sebab dengan adanya penangkapan dan penemuan benda-benda yang tabu itu, sudah menunjukkan sebuah krisis moral dan buruknya akhlak remaja saat ini.

“Pastinya, apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, Satpol PP dan TNI adalah sesuatu tindakan yang harus direspon positif. Pastinya kita bersama-sama sangat menginginkan Kota Padangsidimpuan ini bisa menjadi acuan bagi daerah lainnya, dan bukan malah sebaliknya. Saya rasa hal ini juga harus menjadi perhatian bagi semuanya,” pungkasnya. (yza).

Bungkus Alat Kontrasepsi Berserakan
Ternyata selain mengamankan para pelaku pekat, petugas juga menemukan sejumlah alat kontrasepsi (kondom,red) dan bungkusnya. Tak ketinggalan plastik bekas ‘obat kuat’ yang banyak dijual di apotek-apotek pun juga ditemukan. Pastinya dari temuan tersebut, dapat diketahui bahwa pondok-pondok yang ada di seputaran Jalan Baru Kota Psp, kerap dijadikan sebagai tempat untuk berbuat mesum dengan melakukan hubungan seksual.

Pantauan METRO ketika puluhan petugas gabungan menjaring para pelaku dan mengamankan terpal-terpal penutup pondok, petugas juga menemukan sejumlah plastik dan kertas pembungkus alat kontrasepsi yang biasanya digunakan untuk berhubungan suami istri. Tidak hanya itu, bekas plastik yang diketahui sebagai obat ‘tahan lama’ (obat kuat jenis tisu,red) pun terlihat berserakan di bawah-bawah pondok.
“Ini dia kondomnya, ini bekas plastiknya,” tukas beberapa petugas sambil menunjuk ke arah benda-benda tersebut.

“Wah, berarti udah tidak benar lagi tempat-tempat seperti ini, cocoknya dibongkar saja semuanya ini,” sambut petugas lainnya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.

Seperti di sebuah kafe yang terletak di pinggir Jalan Baru/H Abdul Haris Nasution Kelurahan Pudun Jae Kecamatan Psp Batunadua Kota Psp, puluhan bekas plastik dan kertas bermerek pelbagai alat jenis kontrasepsi itu terlihat berserakan begitu saja. Sang pemilik tempat yang tak mau menyebutkan namanya, ketika ditanyai tentang hal itu pun tampak mengelak. “Kalau itu tidak tahu saya, kami kan cuman cari makan di sini,” kilahnya dengan ucapan yang ketus.

Dan lebih mirisnya lagi, selain menemukan barang-barang yang diketahui biasanya untuk berhubungan seks tersebut, disebuah kafe yang masih berada di seputaran jalan yang sama, petugas juga menemukan alat permainan seperti kartu remi dan dam batu yang diduga digunakan untuk berjudi, lengkap dengan uang ribuan rupiah yang sengaja ditinggalkan oleh para pelaku yang sebelumnya sudah mengetahui kedatangan petugas. Sedihnya lagi, para pelakunya pun diketahui adalah para pelajar yang sengaja tidak masuk pada saat jam sekolah.

“Memang kita ada menemukan sejumlah kartu remi dan dam batu beserta uang pecahan ribuan dari dalam dua pondok disebuah kafe, namun para pelakunya yang kita ketahui adalah usia pelajar berhasil lari saat mengetahui kedatangan petugas. Jadi tidak sempat tertangkap tangan,” ungkap Kapolres Kota Psp AKBP Muhammad Helmi Lubis SIK yang memimpin langsung razia tersebut. Melihat hal tersebut, Kapolres juga merasa miris dan prihatin. Ia berharap dengan kegiatan razia yang dilakukan tersebut bisa menjadi sebuah shok terapi dan memberikan efek jera kepada yang lainnya.

“Kita optimis dan yakin dengan cara yang kita lakukan ini bisa menjadi sebuah shok terapi dan pembelajaran bagi yang lainnya. Lama-lama mereka (para pelaku pekat,red) juga akan merasa tidak nyaman,” ungkapnya.
METROSIANTAR.com

COMMENTS

Name

Agama,10,Android,8,aplikasi,4,Apotik Hidup,8,apple,6,Artikel Bahasa Inggris,2,Artikel Kesehatan,6,Artikel Medis,6,Artikel Wanita,5,Asmara,18,Asus,4,Automotif,18,Bisnis,4,bisnis internet,2,Blogging,3,buah-buahan,2,Donald Trump,6,Drink and Food,5,En,19,Featured,17,Football,3,Foto News,3,Gadget,174,Galeri,2,Gaya Hidup,15,google,2,Google Pixel,1,Huawei,2,Inspirasi,4,Internasional,154,internet,3,Internet,5,iOS,3,Israel,28,kabar gadget,23,Kata-kata,2,Kecantikan,33,kecelakaan,1,Kesehatan,78,Komputer,3,Korea Selatan,1,Korea Utara,2,Kuliner,2,laptop,1,lenovo,4,Lifestyle,7,Luar Negeri,48,Makalah,2,media sosial,4,Militer,40,MIUI,1,MotoGP,2,MP3,10,muslim,3,Myanmar,3,narkoba,5,Nasional,26,News,94,nokia,9,Olahraga,63,OnePlus,5,oppo,2,Padangsidimpuan,121,Palestina,20,Pantun,18,PBB,2,Peristiwa,4,polisi,4,Rohingya,3,Samsung,8,Seksualitas,7,Selebrity,8,sidimpuan,15,Software,1,Sony,2,spesifikasi,9,Suriah,4,tablet,2,tapsel,1,Tekno,46,tekno komputer,2,terorisme,2,tips dan trik,5,tips kecantikan,2,Tourist and Nature,6,Turki,1,Unique,45,whatsapp,2,Xiaomi,11,Yaman,1,Yerusalem,4,
ltr
item
Sidimpuan Online: Pondok Mesum Dirazia Petugas Gabungan Padangsidimpuan
Pondok Mesum Dirazia Petugas Gabungan Padangsidimpuan
http://4.bp.blogspot.com/--XCLpkd-hio/VFaiMX6Uw4I/AAAAAAAAGcE/HQ0GGjGTEvo/s1600/razia%2Bmesum.jpg
http://4.bp.blogspot.com/--XCLpkd-hio/VFaiMX6Uw4I/AAAAAAAAGcE/HQ0GGjGTEvo/s72-c/razia%2Bmesum.jpg
Sidimpuan Online
https://www.sidimpuanonline.com/2014/11/pondok-mesum-dirazia-petugas-gabungan.html
https://www.sidimpuanonline.com/
https://www.sidimpuanonline.com/
https://www.sidimpuanonline.com/2014/11/pondok-mesum-dirazia-petugas-gabungan.html
true
6932582803900874944
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy